Sabtu, 06 Mei 2017

Gambar Ilustrasi Manual

Teknik Gambar Ilustrasi Manual


Ada beberapa teknik dalam membuat gambar ilustrasi, yaitu dengan cara gambar tangan (manual), dengan bantuan alat digital berupa foto dan komputer, atau kombinasi dari manual dan digital. Dibawah ini adalah beberapa teknik gambar ilustrasi yang dibuat secara manual.

  • Teknik Out line, adalah cara menggambar secara global, atau tidak detail dan hanya menggambar garis luarnya saja, sehingga terkesan datar, karena tidak ada pengaturan gelap terang.
  • Teknik arsir, adalah cara menggambar dengan menggunakan arsir atau unsur garis yang terputus-putus, yang digoreskan secara teratur dan berulang-ulang, garis-garis saling menumpuk, digunakan untuk mewujudkan efek gelap terang, volume dan plastisitas.
  • Teknik blok, adalah cara menggambar dengan memanfaatkan warna secara blok, tanpa menerapkan gradasi dan transisi sehingga terasa datar, bagian yang satu dengan yang lain pada suatu objek ditunjukkan dengan perbedaan warna.
  • Teknik scraperboard, adalah cara menggambar dengan menggoreskan bentuk-bentuk garis yang arahnya mengikuti volume obyek, garis-garis tidak saling menumpuk, tetapi dibuat saling sejajar, dan pada bagian yang gelap dibuat lebih rapat, sedang pada bagian yang terang garis dibuat agak renggang, sehingga dicapai plastisitas yang dikehendaki.
  • Teknik dot, yaitu cara mewujudkan gambar dengan menyusun titik-titik sehingga membentuk suatu obyek tertentu, kesan gelap dan terang ditentukan oleh jumlah titik dalam satu area, semakin banyak semakin kuat kesan gelap terang. 

Gambar Ilustrasi

Pengertian Gambar Ilustrasi


Gambar ilustrasi adalah suatu karya seni rupa dua dimensi, yang berupa gambar tangan (manual), ataupun gambar dari hasil olah digital (dari komputer, atau fotografi) atau kombinasi dari keduanya manual dan digital, baik hitam putih maupun berwarna yang mempunyai fungsi sebagai penerang/penghias untuk memperjelas atau memperkuat arti atau memperbesar pengaruh dari suatu teks atau naskah/cerita yang menyertainya.

Ada beberapa langkah dalam membuat gambar ilustrasi, yaitu :
*Gagasan
Gagasan bersumber dari bahan yang akan diilustrsikan. Setelah ada gagasan, tentukanlah adegan apa yang akan digambar, siapa saja tokohnya, bagaimana suasananya, tentukan pula corak gambar dan media yang akan kamu gunakan.
*Sketsa
Proses menggambar yang paling awal adalah mengsket atau membuat rancangan gambar (sketsa) dengan menggunakan pensil warna atau langsung menggunakan media yang akan dipakai. Gagasan yang ada dituangkan bersamaan dengan proses mensket Rencanakan gambar baik-baik. Buatlah coretan kira-kira bagaimana tata letak objek yang digambar dan bagaimana gerak yang terjadi. Satukan semua unsur gambar yang direncanakan. Beri detail sehingga gambar lebih sempurna. Beri gambar sesuai corak yang telah ditentukan. Setiap unsur harus bercorak sama agar tak terkesan seperti kolase.
*Pewarnaan
Setelah sket di anggap selesai, kita dapat mewarnai. Pewarnaan dalam menggambar ekspresi dapat dilaksanakan dengan dua corak, yaitu corak realis da corak bukan realis (ekspresionisme, impresionisme, abstrakisme, dan lain-lain). Pewarnaan corak realis harus sesuai dengan keadaan nyata. Sedangkan pewarnaan corak bukan realis lebih bebas atau tidak terikat oleh warna aslinya.

Jumat, 05 Mei 2017

Animasi 2D Teknik Masking

Teknik Masking

Masking adalah animasi yang menyembunyikan atau menutupi suatu objek dengan objek lain, sehinga objek yang menutupi terlihat transparan dan menyatu dengan objek yang ditutupi. Mask artinya adalah penutup mempunyai fungsi sesuai dengan namanya yaitu untuk menutupi suatu layer.

Cara Kerja Masking
Prinsip kerja masking adalah menampilkan bidang yang tertutup dan menyembunyikan bidang yang terbuka. Pada dasarnya animasi making terjadi dikarenakan penumpukan dua buah objek yang dibuat dalam layer yang berbeda, layer utama ditutup layer objek dengan bantuan masking, sehingga objek utama hanya terlihat seukuran objek penutup atau objek yang dijadikan masking.

Cara Membuat Animasi Masking
  • Buat sebuah movie flash baru.
  • Buat tulisan GARDU MEDIA dengan menggunkan Text Tool.
  • Klik frame 15 lalu klik menu Insert > Keyframe Menu insert > Keyframe
  • Klik menu Insert > Layer untuk membuat layer baru sehingga terdapat dua layer dalam timeline.
  • Klik Layer 2 untuk berpindah dari Layer 1.
  • Buat objek, misalnya pada tutorial ini kit buat agak bervariasi. Sebuah objek yang di masukkan ke masking
  • Klik frame 15 Layer 2, kemudian klik Insert > Keyframe dan pindahkan objek di samping kanan tulisan.
  • Lalu pada frame di antara 1 dan 15 klik Insert > Create Motion Tween.
  • Klik frame 20, kemudian kunci dengan mengklik menu Insert >Timeline> Keyframe
  • 10. Pindahkan objek lingkaran ke sisi kiri objek teks ANIMASI MASKING
  • Klik kanan pada layer 2 dan pilih Mask. Tampilan gambar setelah di copy paste
  • Tes movie dengan menekan Ctrl + Enter. 

Selasa, 02 Mei 2017

Keselarasan Warna



   1) Keselarasan warna 
       Untuk memperoleh keselarasan warna, cara yang paling mudah adalah menggunakan interval tangga warna yang tertera pada lingkaran warna. Dalam lingkaran warna terdapat enam warna standard an enam warna intermediate. Interval tangga warna berupa warna-warna pada setengah lingkaran warna, yang terdiri dari tujuh tingkatan warna yang sering disebut juga gradasi warna. 



Dengan berpedoman pada interval tangga warna tersebut, dapat dihasilkan susunan warna sebagai berikut 
  1. ➤ Susunan warna dengan satu interval tangga (satu warna). Misalnya warna kuning saja, ini disebut   laras monoton atau laras tunggal. Hasilnya adalah susunan warna yang monoton, statis, berkesan tenang, resmi namun membosankan 
  2. ➤ Susunan warna dengan dua atau tiga interval tangga berdekatan (warna-warna transisi atau analogus), disebut laras harmonis. Hasilnya adalah susunan warna yang harmonis, selaras, ada dinamika dan enak dilihat. Kombinasi warna-warna yang harmonis terlihat lembut karena satu warna dengan warna lain yang dipadukan memiliki perubahan warna yang lembut 
  3. ➤ Susunan warna dengan interval tangga saling berjauhan, disebut laras kontras. Hasilnya adalah susunan warna yang kontras, kuat, tajam, dinamis, bergejolak. Kombinasi warna kontras cepat terlihat, tetapi cepat pula ditinggalkan. Adapun jenis-jenis warna kontras tersebut antara lain : 

    • ➢Kontras komplementer (kontras dua warna). Dua warna yang saling berhadapan dalam lingkaran warna disebut komplementer. Dua warna ini adalah warna-warna yang paling kontras, karena memiliki jarak paling jauhdalam lingkaran warna sehingga merupakan warna yang bertentangan. Berikut ini adalah pasangan warna komplementer yang diurutkan berdasar kekontrasannya : 
      • ➧Kuning – ungu 
      • ➧Kuning jingga – biru ungu 
      • ➧Kuning hijau – merah ungu
      • ➧Jingga – biru  
      • ➧Hijau – merah
      • ➧Merah jingga – biru hijau

    • ➢Kontras split komplemen (kontras dua warna komplemen bias). Split/bias komplemen yaitu warna-warna yang berseberangan pada lingkaran warna, tetapi menyimpang ke kiri atau ke kanan. Misalnya warna-warna komplemen bias kuning dapat berupa biru ungu, merah ungu, tetapi dapat pula dengan biru dan merah.

    • ➢Kontras triad komplemen ( kontras segitiga/kontras tiga warna ). Semua bentuk segitiga sama sisi yang dapat dibuat dalam lingkaran warna, misalnya merah – biru – kuning atau jingga – hijau – ungu adalah jenis kontras tiga warna. 
    • ➢Kontras tetrad komplemen (kontras dobel komplemen/kontras empat warna). Semua bentuk segiempat sama sisi yang dapat dibuat pada lingkaran warna merupakan kontras empat warna, misalnya merah – kuning jingga – hijau – biru ungu.


            Warna-warna kontras sesungguhnya kurang laras atau dapat dikatakan kurang harmonis. Maka dalam menyusun warna kontras diperlukan metode untuk menyelaraskan agar tampak harmonis. Terdapat dua kemungkinan penyelarasan kontras, yaitu 
  • ➧Memberi jembatan yang menghubungkan dua warna kontras tersebut dengan gradasi hue. Misalnya kontras kuning dengan biru dapat dijembatani dengan kuning hijau, hijau atau biru hijau 
  • ➧Mengulang-ulang warna kontras tersebut diberbagai tempat. 

KELEBIHAN Dan KEKURANGAN CITRA VEKTOR

KELEBIHAN Dan KEKURANGAN CITRA VEKTOR
-Ukuran file relatif kecil Tidak mampu ---menampilkan gambar secara detail dan kompleks.
-Pemberian warna kurang detail
-Ketajaman gambar tidak akan berubah
meskipun diperbesar sampai berapapun
-Kurang realistik
-Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien
-Dapat dicetak pada resolusi tertingi pada printer
 

    Perbandingan Citra Vektor dengan Bitmap
1. Besar ukuran File Relatif lebih kecil
dibanding citra bitmap
Relatif lebih besar
dibanding citra vektor
2. Teknik penyajian gambar Berdasarkan
persamaan matematis
Berdasarkan pixel
3. Ketajaman gambar ketika
diperbesar
Tetap Semakin diperbesar
gambar akan terlihat
kabur
4. Ukuran file Tidak dipengaruhi
besarnya gambar
Tergantung besar
gambar dan resolusi
5. Detail warsna dan gambar Tidak mampu menampilkan gambar
6. Resolution Resolution
independent

Citra bitmap
1.Besar ukuran File Relatif
Relatif lebih besar
dibanding citra vektor
2. Teknik penyajian gambar Berdasarkan Berdasarkan pixel
3. Ketajaman gambar ketika
diperbesar gambar akan terlihat kabur
4. Ukuran file Tergantung besar gambar dan resolusi
5. Detail warna dan gambar Mampu menampilkan
gambar secara detail secara detail dan kompleks.
6. Resolution Resolution dependent.

Ciri ciri Citra vektor

Citra Vektor terdiri dari penggabungan koordinat-koordinat titik yang dibuat
dalam persamaan matematika menjadi garis atau kurva untuk kemudian
menjadi sebuah objek.
Adapun ciri – ciri dari citra vektor adalah sebagai berikut :
o Citra vektor terdiri susun dari persamaan matematika
Grafik dengan type Vektor merupakan gambar yang dibentuk oleh objek
berupa garis dan kurva.
o Citra vektor tidak terlihat pecah saat diperbesar
o Kualitas hasil gambar dari type vektor tidak tergantung pada resolusi
gambar.
o Ukuran file gambar relatif kecil
o Dalam penyimpanan file, type Vektor hanya memerlukan ruang
penyimpan yang relative kecil
o Ukuran file gambar tidak tergantung pada resolusi komputer
o Teknik pewarnaan gradasi membutuhkankemampuan yang lebih agar
menghasilkan gambar yang realistis.

Citra vektor

  Citra vektor/gambar vektor merupakan gambar digitalyang berdasarkan
persamaan matematis.
 Gambar Vektor terdiri dari penggabungan koordinat koordinat titik menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek,
sehingga gambar tidak menjadi pecah walaupun diperbesar atau diperkecil.
Citra vektor yaitu gambar yang dibuat dari unsur garis dan kurva yang
disebut vektor. Kumpulan dari beberapa garis dan kurva ini akan membentuk
suatu obyek atau gambar.
Citra vektor merepresentasikan gambarnya tidak dengan menggunakan pixel, melainkan dengan kurva dan garis yang didefinisikan dalam persamaan matematis. Persamaan matematis tersebut disebut dengan vektor.
Beberapa format file citra vektor di antaranya: svg, eps, wmf , cdr dan lain
sebagainya.
  Gambar vektor tidak tergantung pada resolusi. Citra vektor dapat
diperbesar atau diperkecil ukuran gambar tanpa kehilangan detail gambarny gambar vektor akan mempunyai ukuran file yang lebih kecil dan dapat diperbesar atau diperkecil bentuknya tanpa merubah ukuran filenya.
Citra vektor merupakan jenis gambar yang paling tepat untuk
mengolah/membuat gambar logo atau setting percetakan hal ini dikarenakan
citra vektor tidak akan pecah saat ldiperbesar sampai ukuran berapapun.