Tampilkan postingan dengan label Perakitan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perakitan Komputer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Pengertian Microphone dan cara kerjanya

Microphone (Mikrofon)
rikyta.blogspot.com rikyta.blogspot.com
Pengertian Microphone (Mikrofon) dan Cara Kerjanya – Microphone atau dalam dalam bahasa Indonesia disebut dengan Mikrofon adalah suatu alat atau komponen Elektronika yang dapat mengubah atau mengkonversikan energi akustik (gelombang suara) ke energi listrik (Sinyal Audio). Microphone (Mikrofon) merupakan keluarga Transduser yang berfungsi sebagai komponen atau alat pengubah  satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Setiap jenis Mikrofon memiliki cara yang berbeda dalam mengubah (konversi) bentuk energinya, tetapi mereka semua memiliki persamaan yaitu semua jenis Mikrofon memiliki suatu bagian utama yang disebut dengan Diafragma (Diaphragm).

Istilah mikrofon berasal dari bahasa Yunani mikros yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi. Istilah ini awalnya mengacu kepada alat bantu dengar untuk suara berintensitas rendah. Penemuan mikrofon sangat penting pada masa awal perkembangan telepon. Pada awal penemuannya, mikrofon digunakan pada telepon, kemudian seiring berkembangnya waktu, mikrofon digunakan dalam pemancar radio hingga ke berbagai penggunaan lainnya. Penemuan mikrofon praktis sangat penting pada masa awal perkembangan telepon. Beberapa penemu telah membuat mikrofon primitif sebelum Alexander Graham Bell.

Simbol Mikrofon dalam Rangkaian Elektronika
Simbol Microphone (Mikrofon)

Cara Kerja Microphone (Mikrofon)
 Pengertian dan Cara Kerja Microphone

Microphone atau Mikrofon merupakan komponen penting dalam perangkat Elektronik seperti alat bantu pendengaran, perekam suara, penyiaran Radio maupun alat komunikasi lainnya seperti Handphone, Telepon, Interkom, Walkie Talkie serta Home Entertainment seperti Karaoke. Pada dasarnya sinyal listrik yang dihasilkan Microphone sangatlah rendah, oleh karena itu diperlukan penguat sinyal yang biasanya disebut dengan Amplifier. Untuk mengenal lebih jauh dengan Microphone yang hampir setiap hari kita gunakan ini. Berikut ini adalah penjelasan cara kerja microphone (mikrofon) secara singkat :

  1. Saat kita berbicara, suara kita akan membentuk gelombang suara dan menuju ke Microphone.
  2. Dalam Microphone, Gelombang suara tersebut akan menabrak diafragma (diaphragm) yang terdiri dari membran plastik yang sangat tipis. Diafragma akan bergetar sesuai dengan gelombang suara yang diterimanya.
  3. Sebuah Coil atau kumpuran kawat (Voice Coil) yang terdapat di bagian belakang diafragma akan ikut bergetar sesuai dengan getaran diafragma.
  4. Sebuah Magnet kecil yang permanen (tetap) yang dikelilingi oleh Coil atau Kumparan tersebut akan menciptakan medan magnet  seiring dengan gerakan Coil.
  5. Pergerakan Voice Coil di Medan Magnet ini akan menimbulkan sinyal listrik.
  6. Sinyal Listrik yang dihasilkan tersebut kemudian mengalir ke Amplifier (Penguat) atau alat perekam suara.

    Jenis-jenis Microphone (Mikrofon)

    Berdasarkan Teknologi atau Teknik Konversinya dari Energi Akustik (Suara) menjadi Energi Listrik, Mikrofon dapat dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut :
    1. Dynamic Microphone, yaitu Microphone yang bekerja berdasarkan prinsip Induksi Elektromagnetik.
    2. Condenser Microphone, yaitu Microphone yang diafragmanya terbuat dari bahan logam dan digantungkan pada pelat logam statis dengan jarak yang sangat dekat sehingga keduanya terisolasi menyerupai sebuah Kapasitor. Condenser Microphone disebut juga Capacitor Microphone.
    3. Electret  Microphone, yaitu Microphone jenis Condenser yang memiliki muatan listrik sendiri sehingga tidak memerlukan pencatu daya dari luar.
    4. Ribbon Microphone, yaitu Microphone yang menggunakan pita tipis dan sensitif yang digantungkan pada medan magnet.
    5. Crystal Microphone atau Piezoelektris Microphone, yaitu Microphone yang terbuat dari Kristal Aktif yang dapat menimbulkan tegangan sendiri ketika menangkap getaran sehingga tidak memerlukan pencatu daya dari luar.



    Selasa, 15 Maret 2016

    Materi tentang Scanner

    SCANNER


    Scanner adalah perangkat yang optikal memindai gambar, teks tercetak, tulisan tangan , atau obyek, dan mengkonversinya menjadi citra digital . Contoh umum ditemukan di kantor-kantor variasi desktop (atau flatbed) scanner dimana dokumen ditempatkan pada jendela kaca untuk pemindaian genggam scanner, di mana perangkat tersebut akan dipindahkan dengan tangan, telah berevolusi dari teks. Pemindaian "tongkat sihir" untuk 3D scanner yang digunakan untuk desain industri, reverse engineering, tes dan pengukuran, orthotics, game dan aplikasi lainnya. Scanner mekanis didorong yang bergerak dokumen biasanya digunakan untuk dokumen format besar, di mana sebuah desain flatbed akan tidak praktis.


    Scanner modern biasanya menggunakan perangkat charge-coupled (CCD) atau Contact Image Sensor (CIS) sebagai sensor gambar, sedangkan scanner drum yang lebih tua menggunakan photomultiplier tabung sebagai sensor gambar.

    Sebuah scanner rotary, digunakan untuk kecepatan tinggi pemindaian dokumen, merupakan jenis drum scanner, menggunakan CCD bukan photomultiplier. Jenis lain dari scanner adalah scanner planet , yang mengambil foto-foto buku dan dokumen, dan scanner 3D, untuk memproduksi model tiga dimensi obyek.

    Kategori lain dari scanner adalah kamera digital scanner, yang didasarkan pada konsep reprografi kamera. Karena untuk meningkatkan resolusi dan fitur baru seperti anti-shake, kamera digital telah menjadi alternatif yang menarik untuk scanner biasa. Walaupun masih memiliki kelemahan dibandingkan dengan scanner tradisional (seperti distorsi, refleksi, bayangan, kontras rendah), kamera digital menawarkan keuntungan seperti kecepatan, portabilitas dan digitalisasi lembut dokumen tebal tanpa merusak buku tulang belakang. Teknologi pemindaian baru menggabungkan scanner 3D dengan kamera digital untuk membuat penuh warna, foto-realistis model 3D objek. [ rujukan? ]


    Di daerah penelitian biomedis, deteksi perangkat untuk mikroarray DNA disebut scanner juga. Scanner ini adalah sistem resolusi tinggi (sampai dengan 1 pM / pixel), mirip dengan mikroskop. Deteksi dilakukan melalui CCD atau photomultiplier tube (PMT).

    Sabtu, 12 Maret 2016

    Bar code reader - Pengertian, fungsinya dan jenisnya

    Bar Code Reader
    Mesin pembaca kode dalam bentuk kumpulan batang. Metode pengkodean yang dinyatakan dalam bentuk garis-garis yang berbeda satu sama lain dan pembacaannya dilakukan dengan bantuan sarana optik yang disebut dengan barcode reader. Biasanya digunakan dalam pengkodean barang di supermarket, kartu, kode pos pada amplop, dsb.



    o JENIS-JENIS BERCODE READER
    Barcode Reader adalah alat yang digunakan untuk membaca kode barcode. Tanpa kita sadari bahwa setiap hari kita apat menemui barcode pada barang-barang yang kita gunakan sehari-hari. Seperti pada pasta gigi, sabun, pada makanan-makanan ringan, dll.
    Barcode dibedakan menjadi 2 jenis barcode :
    1. barcode 1 dimensi
    barcode 1 dimensi terdiri dari garis-garis yang berwarna putih dan hitam. warna putih untuk nilai 0 dan warna hitam untuk nilai 1.
    2. barcode 2 dimensi
    sedangkan barcode 2 dimensi sudah tidak berupa garis-garis lagi, akan tetapi seperti gambar. jadi informasi yang tersimpan didalamnya akan lebih besar.
    untuk membuat kode barcode dari delphi kita dapat memanfaatkan rave report yang udah include pada delphi versi 7. kita dapat memilih type dari barcode yang akan kita buat. diantaranya barcode untuk produk ritail, buku perpustakaan, anggota berbeda-beda. Kode yang akan kita buat bisa bebas asalkan hanya digunakan pada sistem disuatu tempat seperti perpustakaan, akan tetapi untuk produk yang akan di edarkan dipasaran harus didaftarkan terlebih dahulu ke GS1 agar tidak sama dengan produk yang lain.
    Untuk menggunkan perangkat barcode pada aplikasi kita sangat mudah. Sistem kerja sebuah barcode reader hampir sama dengan inputan pada kayboard. jadi tidak diperlukan lagi driver atau komponent untuk menggunakan barcode reader pada delphi. kita tinggal hubungkan barcode ke PS2 kemudian komputer sudah menganggap barcode reader tersebut adalah kayboard. Perbedaan barcode reader dengan keyboard adalah barcode reader membaca sebuah kode barcode kemudian memasukan kode tersebut kedalam komputer dengan menambahkan karakter enter atau chr(13). Nah untuk itu kita tinggal memberikan event onkeypress pada Tedit yang akan kita gunakan sebagai input kode barcode.


    1. BARCODE 1 dimensi
    Ada banyak macam barcode 1 dimensi, ada code 128, 93, 39, EAN 13, EAN 8, UPC A, UPC E , Codabar dan sebagainya. Code barcode tidak hanya berisi angka saja, huruf maupun tanda baca juga bisa dibuat barcode. Type barcode yang bisa menampung angka, huruf dan tanda baca yaitu Code 128, Code 93 dan Code 39. tapi yang biasanya sering dipakai adalah Code 128. Selain bisa menampung seluruh kode ASCII, Code 128 bisa lebih pendek dari Code 93 maupun 39, meskipun jumlah karakter, isi barcode dan ukuran lebar barcode sama. Adapun ukuran lebar barcode dinyatakan dalam mils (1mil = 1/1000 inch).
    Beberapa jenis barcode 1 dimensi yang ada antara lain:
    Symbology
    Cont/Disc
    Two/Many
    Uses
    Plessey
    Continuous
    Two
    Catalogs, store shelves, inventory
    U.P.C.
    Continuous
    Many
    Worldwide retail, GS1 approved
    Codabar
    Discrete
    Two
    Old format used in libraries, blood banks, airbills
    Code 25 – Non-interleaved 2 of 5
    Continuous
    Two
    Industrial (NO)
    Code 25 – Interleaved 2 of 5
    Continuous
    Two
    Wholesale, Libraries (NO)
    Code 39
    Discrete
    Two
    Various
    Code 93
    Continuous
    Many
    Various
    Code 128
    Continuous
    Many
    Various
    Code 128A
    Continuous
    Many
    Various
    Code 128B
    Continuous
    Many
    Various
    Code 128C
    Continuous
    Many
    Various
    Code 11
    Discrete
    Two
    Telephones
    CPC Binary
    Discrete
    Two
    Post office
    DUN 14
    Continuous
    Many
    Various
    EAN 2
    Continuous
    Many
    Addon code (Magazines), GS1 approved
    EAN 5
    Continuous
    Many
    Addon code (Books), GS1 approved
    EAN 8, EAN 13
    Continuous
    Many
    Worldwide retail, GS1 approved
    GS1-128 (formerly known as UCC/EAN-128), incorrectly referenced as EAN 128 and UCC 128
    Continuous
    Many
    Various, GS1 approved
    GS1 DataBar formerly Reduced Space Symbology (RSS)
    Continuous
    Many
    Various, GS1 approved
    ITF-14
    Continuous
    Many
    Non-retail packaging levels, GS1 approved
    Latent image barcode
    Neither
    Tall/short
    Color print film
    Pharmacode
    Neither
    Two
    Pharmaceutical Packaging
    PLANET
    Continuous
    Tall/short
    United StatesPostal Service
    POSTNET
    Continuous
    Tall/short
    United StatesPostal Service
    Intelligent Mail Barcode
    Continuous
    Tall/short
    United States Postal Service, replaces both POSTNET and PLANET symbols (Previously known as OneCode)
    MSI
    Continuous
    Two
    Used for warehouse shelves and inventory
    PostBar
    Discrete
    Many
    Post office
    RM4SCC / KIX
    Continuous
    Tall/short
    Royal Mail / Royal TPG Post
    Telepen
    Continuous
    Two
    Libraries, etc (UK)


    CARA KERJA BARCODE READER
    Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital. Pada konsep digital, hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt). Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut.
    Selanjtnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca.
    Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi
    Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena. Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda foto akan menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse.
    Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh. Selain itu, pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan lebih fleksible.
    Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge coupled device) untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital.
    Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer? Ada 2 macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem outpu RS232. Sistem ini menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan software pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.


    o FUNGSI BARCODE READER
    Beberapa fungsi utama dari penggunaan barcode adalah:

    Identifikasi Produk
    Barcode digunakan sebagai product indentification. Seperti yang sering kita jumpai di supermarket, setiap kali pembayaran di kasir, selalu digunakan barcode reader untuk membaca produk yang kita beli. Dari hasil scan tersebut akan tercatat identitas dari produk tersebut. Biasanya, kode produk lah yang menjadi sasaran tembak barcode reader. Dari kode produk tersebut kemudian muncul 1001 macam data yang dapat dipergunakan seperti misalnya:
    • Harga jual ·Tanggal produksi
    • Stok barang · dan lain-lain
    Semuanya itu digunakan sesuai dengan kebutuhannya, tergantung dari database dan sistem ERP yang digunakan.

    Traceability
    Barcode juga merupakan salah satu tools untuk melakukan trace terhadap suatu produk, baik back trace maupun forward. Dari sebuah barcode, kita dapat mendapatkan kapan produk tersebut diproduksi, kapan produk itu masuk ke gudang, kapan produk itu keluar dari gudang. Lebih ke depan lagi, tim marketing modern menggunakan barcode sebagai salah satu alat untuk melacak jalur distribusi. Perusahaan dapat dengan mudah mengetahui siapa yang merusak harga di pasaran dengan mengunakan barcode tersebut. Sebagai contoh, harga produk A di daerah tertentu sangat jauh di bawah harga retail. Dengan menggunakan barcode, akan dilacak kebelakang, produk tersebut dikirim ke distributor mana. Dengan demikian, akan muncul dugaan siapa yang pertama kali mendistribusikan produk tersebut.
    Perkembangan teknologi dunia sedikit banyak telah mempengaruhi penggunaan barcode. Banyak perusahaan sudah mulai melirik RFID (Radio Frequency IDentification) sebagai pengganti fungsi barcode. Secara cost, harga barcode masih lebih murah dibandingkan dengan RFID, namun tampaknya dari segi mekanisme penggunaan, RFID jauh lebih mudah.


    Jumat, 11 Maret 2016

    Digitizer tablet

    Digitizer tablet || Sebuah tablet grafis (juga digitizer, tablet digitalisasi, pad grafis, tablet menggambar atau pena tablet) adalah sebuah perangkat input komputer yang memungkinkan pengguna untuk tangan menggambar gambar dan grafis, mirip dengan cara orang menarik gambar dengan pensil dan kertas.
    Tablet ini juga dapat digunakan untuk menangkap data atau tanda tangan tulisan tangan. Hal ini juga dapat digunakan untuk melacak gambar dari selembar kertas yang ditempel atau dijamin ke permukaan. Menangkap data dengan cara ini, baik dengan menelusuri atau memasuki sudut linier poli-garis atau bentuk yang disebut digitalisasi .
    Sebuah tablet grafis (juga disebut pena pad atau digitizer) terdiri dari permukaan datar di mana pengguna dapat "menarik" atau jejak gambar menggunakan stylus, alat gambar seperti pena. Gambar umumnya tidak muncul pada tablet itu sendiri, melainkan, akan ditampilkan pada komputer. Beberapa tablet, dapat berfungsi sebagai layar komputer. Anda dapat berinteraksi dengan gambar secara langsung dengan menggunakan stylus.
    Beberapa tablet dimaksudkan sebagai pengganti umum untuk mouse sebagai penunjuk utama dan perangkat navigasi untuk komputer desktop. 


    Cara kerja

    Ada beberapa mekanisme kerja dari digitizer. Digitizer resistif bekerja atas prinsip pedeteksian titik kontak antara dua bidang resitif. Keuntungan yang diperolah dengan mekanisme seperti ini adalah bahwa digitizer ini tidak memerlukan piranti penuding khusus,  yang biasanya disebut stylus, tetapi cukup dioperasikan dengan menggunakan pena biasa, atau bahkan dengan mengguanakan jari tangan. Contoh digitizer yang bekerja atas dasar mekansme ini adalah micropad.


    Mekanisme kerja yang lain berdasarkan medan magnet. Piranti penuding ini akan membangkitkan medan magnet yang biasa dirasakan oleh jala-jala magnet yang merupakan bagian utama dari digitizer yang bekerja atas dasar adanya medan magnet.


    Rabu, 09 Maret 2016

    Pointing stick

    Pointing stick



    Sebuah tongkat penunjuk adalah inti tekanan kecil yang sensitif digunakan seperti joystick. Hal ini biasanya ditemukan pada laptop tertanam antara 'G', 'H', dan 'B' kunci. Ini beroperasi dengan merasakan gaya yang diberikan oleh pengguna. Yang sesuai "mouse" tombol biasanya ditempatkan tepat di bawah spasi . Hal ini juga ditemukan pada tikus dan beberapa keyboard desktop.


    Rabu, 07 Oktober 2015

    Media Penyimpanan USB / FlashDisk

    Flashdisk

    Flashdisk

         Flashdisk merupakan media penyimpan data paling populer dalam hal mobilitas karena ukurannya kecil. Selain untuk menyimpan data penting saat ini flashdisk juga berfungsi sebagai alat bootble media sistem operasi komputer karena dapat diganti sesuai dengan keperluan dan tidak terbatas. Namun flashdisk dapat disalah fungsikan, yaitu menyebarka virus untuk menyerang komputer dan mencuri data.
         Tapi sebenarnya ada manfaat flash disk lain yang dapat Anda lakukan dengan drive ini yang sangat berguna. Berikut adalah 10 cara Anda bisa memperoleh manfaat flashdisk drive USB untuk melakukan hal lain lebih dari sekedar hanya menyimpan dan memindahkan data. Selain menyimpan data, Anda dapat menjalankan aplikasi portable dari flash drive USB. Misalnya, OpenOffice, yang merupakan office suite lengkap yang mencakup pengolah kata, spreadsheet, presentasi, paket menggambar, dan database yang tersedia sebagai aplikasi portabel. Anda dapat mengunjungi alamat ini; PortableApps.com untuk melihat program apa saja yang bisa dijalankan lewat flash disk drive. Anda bahkan bisa menginstal seluruh aplikasi yang mencakup hal-hal seperti pemutar audio, permainan, utilitas antivirus, dan sistem menu praktis dari flash disk ini.

    Senin, 05 Oktober 2015

    CD ROM (Media Penyimpanan)

    Bertemu lagi dengan saya,, yang cetar membahana (ketularaan syahrini)..
    sekarang kita akan beralih ke CD ROM..
    yookk

    CD ROM


     


           Bagian ini membicarakan drive dan media CD-ROM. Teknologi di balik CD-ROM dimulai pada akhir 1970-an. Pada 1978, Sony dan Philips Corporation mengenalkan audio compact disk (CD). Kini, ukuran media aktual dan desain dasar CD-ROM tidak berubah. Sebenarnya tiap unit sistem yang dirakit saat ini termasuk sebuah CD-ROM drive. Alat ini tersusun dari kumparan, sebuah laser yang menyorot pada permukaan tertentu pada disket, sebuah prisma yang membelokkan arah laser, dan sebuah dioda sensitif-cahaya yang membaca sorotan cahaya. Kini, tersedia berbagai pilihan. Termasuk CD-ROM, CD-R, CD-RW, dan DVD-ROM.
           Sebuah CD-ROM drive adalah peranti penyimpanan sekunder yang membaca informasi yang tersimpan pada cakram padat (compact drive). Bila floppy dan hard disk menggunakan media magnetik, CD-ROM menggunakan media optik. Daya hidup media optik mencapai puluhan tahun. Ini membuat CD-ROM menjadi sebuah alat yang sangat berguna.


    Segitu dlu,, nanti lanjut, ok